Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Manfaat Riset Saat Pembuatan Novel

5 Manfaat Riset Saat Pembuatan Novel

5 Manfaat Riset Saat Pembuatan Novel
pixabay.com


menjadipenulis.com – Riset adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan sebelum menulis. Baik menulis fiksi atau pun non fiksi. Lho, bukannya fiksi itu karya karangan biasa ya? Mungkin banyak di antara teman-teman yang bertanya demikian. Perlu diketahui, menulis novel bukan berarti menulis seenak jidat kita. So, pastikan kalau kamu tetap melakukan riset. Berikut ini adalah 5 manfaat riset saat pembuatan novel:

1. Novelmu Jadi Lebih Berbobot

Dalam penulisan novel, kita tidak hanya dituntut untuk bisa menuliskan cerita yang panjang, tetapi isinya juga harus berbobot. Kita harus meriset segala hal yang berhubungan dengan aspek yang dimasukkan ke dalam novel. Misalkan kita ingin menulis tentang Jakarta, mau tidak mau kita harus riset mengenai Jakarta sesuai dengan kebutuhan naskah. Hal ini jelas membuat kita bangga dengan tulisan sendiri. Orang yang baca pun akan nyaman dengan fakta yang disampaikan melalui cerita fiksi tadi. Jadi sekarang tahu kan, salah satu manfaat riset saat pembuatan novel?

2. Meminimalisir Konflik

Lho, maksudnya gimana? 

Menulis itu sebenarnya memiliki beban yang besar. Bayangkan jika kamu menulis tentang suatu daerah, eh, ternyata semua yang kamu tuliskan itu nggak masuk akal. Bisa saja kamu dituntut oleh petinggi daerah tersebut. Kita mau apa kalau sampai kejadian? Bisa saja, semua itu terjadi karena kurang riset. Padahal dengan riset, kita akan lebih meminimalisir konflik tak terduga. Tidak hanya berkenaan dengan suatu daerah, tetapi juga dengan orang-orang tertentu.

3. Menambah Ilmu Pengetahuan

Ini adalah manfaat kesekian di luar naskah. Jujur, menulis bagi saya adalah proses belajar. Bukan hanya karena bisa menulis kalimat indah nan menggugah pembaca. Tetapi juga karena bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru soal hal-hal yang berhubungan dengan apa yang saya tulis. Entah tentang daerah, suku, bahasa, atau pun hal lainnya.

4. Membuat Kita Terbiasa Berorientasi Pada Fakta

Kembali lagi ke fiksi, bahwa banyak sekali orang yang menyepelekan fiksi hanya karena fiksi itu karya karangan. Maka dari itu, ini menjadi tugas penulis untuk bisa membuat fiksi dipandang lebih baik. Faktanya, fiksi bisa mengubah banyak orang, fiksi juga bisa jadi bahan pembelajaran, dan lain-lain. Ketika menulis novel dengan riset yang detail, kita jadi terbiasa pula untuk berkata berdasarkan fakta yang ada. Meskipun menulis fiksi, kita tetap menuliskan sesuai keadaan dan data yang ada.

5. Kamu Nggak Malu Buat Promosi

Lho-lho, emang iya? 

Mungkin, promosi adalah hal yang paling nggak diakui oleh penulis. Banyak kok penulis yang merasa bahwa promosi hanya tugas bagian marketing. Padahal penulis juga berperan penting dalam proses promosi. Maka, penulis pun akan semakin tenang saat mempromosikan karyanya karena percaya dengan karya tersebut. Rasa percaya ini tumbuh karena si penulis sudah melakukan riset dengan sedemikian rupa. Kalau risetnya oke, kita pun akan lebih bangga dengan karya buatan sendiri. 

Masih mau menunda riset? Mulai sekarang, kita harus lebih peka. Sekecil apa pun hal yang berhubungan dengan naskah, kalau memang perlu dicari dan ditelisik kebenarannya, carilah. Jangan sampai ceritamu malah jadi boomering bagi diri sendiri.

So, itulah lima manfaat riset saat pembuatan novel. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam literasi.


Posting Komentar untuk "5 Manfaat Riset Saat Pembuatan Novel"