Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Cara Mengatur Dinamika Menulis Novel

4 Cara Mengatur Dinamika Menulis Novel

4 Cara Mengatur Dinamika Menulis Novel
pixabay.com

menjadipenulis.com – Menurutku, dinamika dalam menulis sangatlah penting. Kalau di dalam bernyanyi, kita dikenalkan dengan tebal tipisnya suara. Dan semua itu harus diatur sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja, tujuan utamanya untuk membuat lagu yang disampaikan menjadi lebih indah dan lebih ngena ketika didengar oleh pendengar. Begitupun dengan menulis, kita juga harus mencoba berdinamika dalam menulis novel. Berikut ini cara mengatur Dinamika Menulis Novel.

1. Pastikan Kamu Menulis Dengan Mood yang Baik

Dinamika harus didukung dengan mood baik. Kalau mood sedang nggak baik? Ya perbaiki mood-nya dulu supaya proses menulis tidak terhambat. Cuma, jangan jadikan malas sebagai alasan nggak mood. Banyak orang yang bilang nggak mood, padahal memang malas. Intinya, kita akan lebih siap menghadapi berbagai narasi, deskripsi dan dialog yang akan ditulis dalam ratusan halaman. 

2. Menulis di Lembar Baru

Jika menulis novel, biasanya kita membagi tulisan ke dalam bab per bab. Nah, kita bisa lho mencoba metode dengan menulis setiap bab di lembaran baru. Dee Lestari melakukan ini untuk membuat mood-nya membaik. Dengan begitu, dinamika bercerita bisa terjaga. Tidak terlalu cepat, tidak pula terlalu lambat. Hal ini memang berperan penting terhadap naskah yang dihasilkan. Semakin bagus dinamikanya, semakin keren naskah yang dihasilkan.

3. Menulis Di Tempat Baru

Ini juga sering jadi masalah lho saat penulisan novel. Mungkin kita terlalu sering menulis di suatu ruangan, sehingga membuat ide mandeg, atau proses penulisan menjadi terhambat. Nah, kamu bisa cari tempat baru untuk penulisan novel. Sesekali saja. Hal ini bisa meningkatkan tingkat kepercayaan diri saat menulis novel. Bayangkan saja jika kita tidak memiliki semangat dalam menulis. Pasti, apa pun yang dituliskan tidak akan merasuk ke dalam hati pembaca. So, mulailah untuk memanjakan dirimu dengan menulis di tempat-tempat yang bisa menyegarkan mata, hati dan pikiran.

4. Selingi Aktivitas Menulis Dengan Membaca

Menurutku ini penting sih. Misal dalam sehari kita nulis satu bab. Setelah nulis, kita juga bisa menyelangi kegiatan itu dengan membaca. Kita bisa mendapatkan informasi baru, pengalaman baru, bahkan mendapatkan teknik kepenulisan baru. Akan ada inspirasi dari karya orang lain. Oh iya, selain membaca, kita juga bisa menyelangi aktivitas menulis dengan menonton film. Ini juga sangat positif untuk keberlangsungan proses membuat novel. Dalam menulis novel, sebenarnya kita sedang membuang energi, kemudian energi diisi lagi dengan membaca atau menonton film.

Nah, itulah 4 cara mengatur Dinamika Menulis Novel. Dinamika ini akan berhubungan dengan feel, dan juga cara kita menyampaikan ide melalui tulisan. Ketika dinamika dapat diatur dengan baik, bisa dipastikan bahwa pembaca akan kesemsem dengan karya kita. 


Posting Komentar untuk "4 Cara Mengatur Dinamika Menulis Novel"