Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Jenis Plot dan Alur Dalam Penulisan Novel

Mengenal Jenis Plot dan Alur Dalam Penulisan Novel


Mengenal Jenis Plot dan Alur Dalam Penulisan Novel
Pixabay.com


Menjadipenulis.com – Plot dan alur menjadi salah satu penunjang cerita fiksi. Jika tidak ada alur, maka tidak akan tercipta cerita yang seru. Begitupun jika alur tanpa plot. Maka tidak akan tercipta karya yang ajeg. Ketika ada alur maka ada plot di sana. Kali ini, aku ingin membahas sedikit tentang jenis plot dan alur dalam penulisan novel, mengingat kedua unsur ini sangat penting untuk diterapkan dalam proses kreatif penulisan novel.

Pengertian Alur Dalam Penulisan Novel

Alur adalah suatu rentetan kejadian demi kejadian yang ditandai dengan waktu. Secara bahasa kita, alur itu jalan. Bayangkan jika sebuah novel tidak memiliki alur yang jelas? Tentu saja tidak akan menarik perhatian orang lain. 

Jenis-jenis Alur Dalam Penulisan Novel

Alur termasuk ke dalam unsur novel yang sudah diajarkan sejak bangku SMP. Dalam hal ini, ada 3 jenis alur yang sering digunakan dalam pembuatan cerita fiksi. Diantaranya:

1. Alur Maju

Dalam alur maju, kita akan melihat suatu proses dari awal sampai akhir sebuah cerita. Dari kecil sampai besar. Biasanya, penggunaan alur ini ditandai dengan perkenalan hingga berakhir ke dalam sebuah penyelesaian cerita. 

2. Alur Mundur

Berbeda dengan alur maju, alur mundur justru sebaliknya. Mungkin kita sering melihat suatu film atau cerita yang menjelaskan suatu hal dari masa kini ke masa lalu. Misal, seseorang sekarang sudah sukses. Kemudian diceritakanlah proses untuk mendapatkan kesuksesan itu. Dalam hal ini tentu saja proses di masa lalu hingga menjadi seperti sekarang.

3. Alur Campuran

Jika kamu sering menonton sinetron, kemudian ada adegan membayangkan sesuatu yang telah terjadi, maka itu termasuk ke dalam alur campuran. Di mana sebuah cerita tidak selalu mundur dan tidak selalu maju. Di sutuasi tertentu, ada flashback, ada penceritaan ulang tentang masalalu. Meski begitu, biasanya cerita yang menggunakan alur campuran semacam ini tetap bisa difahami.

Lantas, apa bedanya alur dan Plot?

Ada yang mengatakan bahwa alur dan plot itu sama saja. Ada pula yang mengatakannya berbeda. Kalau menurut aku sendiri, plot dan alur itu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena kita membicarakan suatu karya fiksi yang merupakan kombinasi dari setiap unsur, maka alur dan plot pasti ada dan sejalan.

Jika alur merupakan suatu rentetan kejadian yang ditandai dengan waktu, maka plot adalah pengikat dari kejadian-kejadian yang ada. Pengikat ini berupa tokoh utama, tujuan tokoh utama, konflik (sesuatu yang menghalangi), dan juga penyelesaian. Plot juga menandai bahwa dalam cerita bisa ada sebab akibat, atau akibat sebab, yang kemudian bisa membangun sebuah novel sehingga menjadi utuh.

Bayangkan saja jika alur tidak disertai dengan plot. Mungkin hambar. Mungkin tidak akan seru. Karena dalam sebuah cerita harus ada orang, kejadian, sesuatu yang menyebabkan kejadian itu, masalah yang terjadi, hingga penyelesaian.

So, sederhana bukan? Maka dalam membuat cerita, kita harus memikirkan alur yang bisa membuat orang lain terpaku, serta memikirkan plot yang nantinya akan membuat orang lain terikat. Baik secara isi cerita, juga secara emosi dengan para tokohnya.

Nah, itu salah penjelasan soal Mengenal Jenis Plot dan Alur Dalam Penulisan Novel. Tidak hanya novel, alur dan plot juga berlaku untuk jenis prosa yang lain. Semoga bermanfaat ya.

Posting Komentar untuk "Mengenal Jenis Plot dan Alur Dalam Penulisan Novel"