Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langkah-Langkah Membuat Outline Novel Sederhana

Langkah-Langkah Membuat Outline Novel Sederhana


Langkah-Langkah Membuat Outline Novel Sederhana
Pixabay.com

menjadipenulis.com – Membuat outline adalah salah satu kegiatan yang kadang-kadang membuat calon penulis merasa pusing sendiri. Entah berhubungan dengan format, tata cara, atau hal-hal yang harus dimasukkan. Jujur, saya belum pernah menemukan aturan baku pembuatan outline (kalau ada aturan bakunya, mohon diinfokan ya guys). Jadi menurut saya, sebenarnya kita bisa membuat outline novel menurut versi kita. Yang terpenting, keberadaan outline yang dibuat ini hadir sesuai fungsinya, yaitu membantu penulis untuk memperlancar kegiatan menulis. Bukan malah membuat pusing dan ribet.

Meski belum ada format resmi yang saya temukan. Di sini saya akan mencoba membagikan langkah-langkah membuat outline novel sederhana ala saya. Format ini menurut saya adalah format paling sederhana. Sebab, saya membuatnya berdasarkan kepentingan saya sendiri. Siapa tahu format ini bisa sedikit membantu?

Maka dari itu, berikut langkah-langkah yang aku maksud.

1. Pastikan, Kamu Sudah Menyusun Unsur-unsur Novel Terlebih Dahulu

Sebelum membuat outline, pastikan kamu sudah merancang tema, judul, nama tokoh, karakter tokoh, ciri fisik, POV, alur, dan lain-lain. Pokoknya sudah lengkap. Kenapa mesti begitu? Ya karena kita akan menuliskan outline atau kerangka karangan. Ketika menulis kerangka kerangan, maka seluruh penunjang yang ada di novel harus sudah selesai dibuat. Jika konsepmu sudah matang di bagian unsur-unsur novel, maka kamu boleh melaju ke langkah selanjutnya. Sebaliknya, jika belum, silahkan lengkapi dulu.

2. Membagi Novel Dalam Tiga Bagian

Di dalam film, kita mengenal cerita tiga babak. Ada babak satu, babak dua, babak tiga. Nah, di novel, kita juga bisa bikin format ini. Sederhana saja. Di dalam film, tiap babaknya punya bagian-bagian tersendiri lagi. Untuk keperluan novel, kita hanya perlu membagi ke dalam tiga bagian saja. Yaitu awal, tengah, dan akhir.

3. Membuat Format Outline

Ada bentuk outline yang ditulis di dalam tabel, ada pula yang menulis outline di catatan seperti biasa. Nah, saya biasanya menuliskan outline di buku catatan dengan format sebagai berikut. Saya sekalian kasih contoh saja ya:

Judul: Cinta Dua Dimensi

Genre: Romance - Fantasi

Rate: 17+

Premis: Seorang cowok bernama Randu yang berasal dari klan lain bermaksud untuk mencari darah suci untuk kekuatan, tapi dia malah jatuh cinta kepada gadis pemilik darah suci itu. 

Sinopsis: (Masukkan sinopsis jika kamu membuat sinopsis di awal. Kalau kamu terbiasa menulis sinopsis setelah novel beres, kosongkan saja. Cara-cara pembuatan sinopsis, klik di sini. Atau cek artikel sebelumnya).

Outline:

Awal

BAB 1: Pertemuan pertama Ranu dan Nina di sebuah kantor Percetakan. 

BAB 2: Randu mengikuti Nina ke mana pun Nina pergi.

BAB 3: Nina sadar bahwa dirinya sedang didekati Randu.


Tengah

BAB 4: Nina kencan bareng dengan Randu. Mereka makan malam, pergi ke bioskop. 

BAB 5: Randu berniat membunuh Nina tetapi terhenti karena tiba-tiba tangannya bergetar. Dia merasa tidak tega membunuh Nina.

BAB 6: Nina Mulai jatuh cinta kepada Randu. Dibuktikan dengan dirinya yang selalu memperhatikan Randu, dan mengikuti gerak-gerik cowok itu.

BAB 7: Nina dan Randu jalan bareng untuk kedua kalinya. Di situasi ini, Randu berniat membunuh Nina lagi di sebuah toilet mall. Dari sini pula, Nina mengetahui jati diri Randu yang ternyata makhluk klan lain. Randu tidak berhasil membunuh Nina.

Akhir

BAB 8: Randu mengorbankan tugasnya. Dia memilih Nina daripada rajanya di klan lain.

BAB 9: Hari di mana Randu dan Nina menjadi incaran leluhur dari klan tempat Randu tinggal. Ada pertarungan di sini.

BAB 10: Nina merelakan darahnya supaya bisa diminum Randu. Dengan darah itu, Randu bisa meminta apa pun. Termasuk menjadi manusia seutuhnya.

BAB 11: Randu jadi manusia biasa. Jalan menuju portal klan lain ditutup. Mereka hidup bahagia.

Catatan: ini ceritanya agak ngarang ya. Bukan cerita beneran. Hanya sebagai gambaran saja.

Nah teman-teman, biasanya itu format yang sering saya gunakan. Tidak ribet dan bahkan terkesan sederhana. Saya hanya menuliskan pokok-pokok pikiran di setiap babnya. Tujuannya Cuma satu: mengingat scene. Selebihnya, saya berimajinasi ketika proses pengembangan saat menulis novel.

Format ini tidak baku. Itu hanya format yang sering saya pakai. Bahkan kadang-kadang, saya memakai format outline tanpa menulis bagian awal, tengah, dan akhir. Hajar aja begitu. Tapi saya pikir, dengan menuliskan bagian awal, tengah, dan akhir ini. naskah kita bisa lebih tersusun. Babak satu soal perkenalan, babak dua mulai konflik, babak tiga puncak konflik sekaligus proses penyelesaiannya. 

Nah, itulah langkah-langkah membuat outline novel sederhana. Bagaimana, mudah kan? Semoga bisa sedikit memberikan gambaran ya.


Posting Komentar untuk "Langkah-Langkah Membuat Outline Novel Sederhana"