Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatur Jadwal Menulis Novel

 Cara Mengatur Jadwal Menulis Novel

Cara Mengatur Jadwal Menulis Novel
pixnio.com


menjadipenulis.com – Menulis menjadi salah satu kegiatan yang bisa dibilang susah-susah gampang. Ada orang yang bisa menyelesaikan naskah sebanyak 200 lembar dalam satu bulan. Ada pula yang bisa menyelesaikan naskah 200 lembar dalam waktu enam bulan. Kok bisa ya? Tentu saja, jawabannya ada di jadwal. Seberapa rajin kita menulis? Seberapa sering kita meluangkan waktu untuk menulis? Apa mungkin kita belum tahu cara mengatur jadwal menulis novel? Bisa jadi.

Perlu digarisbawahi, artikel ini ditulis bukan untuk menyudutkan orang yang menulis dengan waktu yang relatif lama. Setiap orang punya prioritas tersendiri kan? Menulis satu novel dalam satu tahun bagi orang yang bekerja full setiap hari, tentu bisa jadi pencapaian terbesar. Namun, di artikel ini, kita membicarakan mengenai diri kita sendiri, yang bisa saja memiliki waktu luang, tetapi tidak produktif dalam berkarya. Nah di artikel ini, kita akan bahas tips pengaturan jadwalnya. Tanpa lama-lama, kita langsung saja ke cara mengatur jadwal menulis novel.

1. Tentukan Target Menulismu

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan target dulu. Kamu mau menyelesaikan novel dalam berapa bulan? Misal saya akan membereskan novel dalam satu bulan. Hal ini disebabkan karena akan mengupload cerita di platform yang mengharuskan update tiap hari. menentukan target sangat penting kawan-kawan. Ketika kita nggak punya target, tentu saja pencapaian pun tidak akan maksimal. Sekarang sudah punya target? Mari lanjut ke step selanjutnya.

2. Lihat Outline Novel yang Telah Dibuat

Di artikel sebelumnya, kita sudah belajar membuat outline. Pastikan kamu sudah memiliki outline untuk calon novelmu. Di dalam outline, kamu pasti dapat membaca banyak bab yang akan ditulis. Perlu diketahui, inilah salah satu keunggulan pembuatan online. Selain tulisan jadi lebih teratur, kita bisa mendapatkan info soal panjang naskah. Juga rencana mengenai panjang naskah. Jika kamu memiliki rencana untuk menuliskan 60 bab novel, kemudian memiliki target selesai dalam satu bulan, berarti kamu bisa menulis dua bab selama sehari. Hmm, mampu nggak ya? Sambil berpikir soal mampu atau tidak, mari melanjut ke langkah selanjutnya.

3. Atur Waktu Penulisan Novel

Anggap saja kamu sudah siap untuk menulis dua bab sehari. Anggaplah panjang naskah per bab-nya adalah 1000 kata. Berarti, sehari kamu bisa menulis 2000 kata. Namun, tentu saja menulis novel tidak sama dengan menulis tulisan jenis lainnya. Atau juga tidak sama ketika kamu menulis materi sekolah selama belasan lembar. Selain fokus, kita juga memerlukan jiwa kita di sana. Disadari atau tidak, pembaca akan merasakan lho, jenis-jenis tulisan yang mungkin ditulis tanpa jiwa si penulisnya. Rasa yang disampaikan penulisnya ini yang akan menjadi salah satu senjata. 

Maka, kamu harus punya trategi dalam penulisan novel. Kapan kamu merasa bahagia ketika menulis? Sudah tahu waktu yang tepat? Nah, disanalah jadwal diterapkan. Misal malam hari dari pukul tujuh sampai sembilan. 

Saya bisa menyelesaikan 1000 kata selama sejam. Otomatis, dua jam bisa menyelesaikan 2000 kata, anggaplah dua bab. Bagaimana denganmu? Jika kamu merasa tidak bisa menyelesaikan dua bab dalam dua jam, berarti kamu bisa mencari waktu lain. Kita bahas di langkah lanjutannya ya.

4. Miliki Alternatif Waktu

Ini yang aku maksud mencari waktu lain. Ada orang yang bisa menulis dalam satu kali duduk. Ada pula orang yang kerap merasa bosan jika duduk terlalu lama. Nah, kamu bisa membuat jadwal dua kali sehari dalam penulisan novelmu. Misal pagi hari satu bab, malam hari satu bab. Usahakan untuk menulis dengan jarak waktu yang jauh. Supaya kamu bisa memompa semangat ketika menulis untuk kedua kali.

5. Terakhir, Mari Konsisten!

Pembuatan jadwal semacam ini terbilang mudah. Kelihatan sangat gampang dan juga kecil untuk dilakukan. Menulis hanya dalam waktu dua jam dalam sehari, siapa takut? Namun, namanya manusia ya, kadang nggak konsisten. Di sinilah perlunya komitmen untuk bisa konsisten. Saya pernah menuliskan novel dengan jadwal seperti ini, hasilnya beberapa kali gagal. Gara-gara nggak konsisten. Biasanya nunda-nunda waktu menulis. Akhirnya keenakan buat diem.

Nah, bagi kamu, saya yakin banget kalau ini bakal terjadi juga ke kamu. Bakal ada perasaan capek, perasaan males, perasaan nggak mampu. Tapi percayalah, itu hanya perasaanmu saja karena belum terbiasa. Lawan aja terus hingga dirimu bisa menang.

Kak, katanya tadi harus ada jiwa si penulis ketika menulis? Memang harus ada, tetapi jika seandainya feeling si penulis tidak mendukung, tetap tulis saja. Karena di kesempatan lain, kita bisa membuka ulang, bahkan menuliskan ulang saat revisi. Tugasmu sekarang adalah konsisten menulis sesuai jadwal.

Wah, ternyata gampang juga ya mengatur jadwal menulis novel? Hanya dibagi ke dalam bagian-bagian kecil di setiap harinya. Memang mudah kawan, yang susah adalah melakukan prosesnya. So, semangat terus. Oh iya, untuk penulisan jadwal, silahkan atur sendiri. Kamu bisa menuliskannya di buku, kemudian ditempel di ruang kerja. Yang terpenting, jadwal dibuat berdasarkan target kita. Karena kita yang punya target, tentu, hanya kita yang bisa menyelesaikannya. 


Posting Komentar untuk " Cara Mengatur Jadwal Menulis Novel"