Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Membuat Bab Pertama Novel Supaya Menarik Perhatian

Cara Membuat Bab Pertama Novel Supaya Menarik Perhatian

Cara Membuat Bab Pertama Novel Supaya Menarik Perhatian
pixabay.com


Menjadipenulis.com – Bab pertama menjadi bab krusial yang wajib disiapkan sedemikian rupa. Bab satu adalah penentu, apakah orang akan melanjutkan membaca ke bab selanjutnya, atau malah menutup cerita? Maka, kita sebagai penulis sebisa-bisa harus menuliskan cerita yang bisa memikat orang lain supaya tidak lepas dari cerita kita. 

Berikut ini adalah Cara Membuat Bab Pertama Novel Supaya Menarik Perhatian pembaca. Simak terus ya.

1. Pastikan Berisi Cerita yang Padat dan Tidak Bertele-tele

Sepengalaman saya, banyak pembaca yang ‘tidak sabaran’. Dalam artian, mereka sangat antusias jika diawal sudah disodori hal-hal yang menarik, yang menegangkan, langsung ke inti, tanpa basa-basi yang begitu panjang. Umumnya, bab satu itu berisi pengenal. Ya, betul. Pengenalan bukan berarti mengenalkan apa pun tentang si tokoh utama. Kadang, kita sebagai penulis terlalu asyik menjelaskan ciri fisik tokoh, si tokoh sedang ngapain, sifat si tokoh, dan pengenalan lainnya. Padahal sebenarnya, pengenalan bukan berarti melulu tentang si tokoh aja. Kita bisa langsung membawa pembaca ke hal inti. Misal dialog panas antara tokoh satu dan lainnya. Sehingga pembaca tahu cerita ini bakal langsung berlanjut ke arah mana.

“Kamu gila?” Mecan mendorong bahuku. Matanya merah menyala. “Aku bukan boneka ya, Ran. Aku manusia yang juga punya tujuan!”

“Kamu bukan boneka, tapi kamu mirip boneka!” Aku malah maju lagi, telanjur kesal. “Kamu rela tidur sama cowok lain hanya karena uangku tidak cukup?” Tawaku meledak, meskipun itu tawa miris. “Mungkin kamu perempuan satu-satunya yang punya tujuan buat menghancurkan rumah tangga sendiri!”

Saat aku mau angkat bicara, tangan Mecan melayang dan berhasil menggesek pipiku. Dari sana, aku tertegun. Dia berani menamparku?

Dan seterusnya, dan seterusnya ...

Jadi, usahakan membuka cerita di bab pertama dari hal paling menegangkan.

2. Pastikan Tujuan Tokoh Ditulis di Bab Awal

Ketika menulis novel, tentu saja kamu punya tokoh, dan tokoh itu pasti memiliki tujuan bukan? Nah, sebisa-bisa, kita harus sudah mengenalkan tujuan dari si tokoh di bab awal. Hal ini bertujuan untuk mengikat pembaca untuk tetap stay dan membaca. Jangan sampai bab satu hanya membuang waktu membaca, sementara tujuan ditulis di bab-bab akhir. Misal tujuan tokohmu adalah mendapatkan cewek incarannya. Maka, tujuan itu harus dikemas di bab awal. Entah dibuka dengan adegan mengikuti si cewek diam-diam misalkan? Atau adegan lainnya yang dirasa menarik. 

Contoh opening langsung ke tujuan:

Kamu tahu? Ini adalah hal tergila yang pernah aku lakukan. Aku mengikuti seorang cewek selama setengah jam tanpa mengenal pribadinya secara langsung. Ya, kalau kata orang, mungkin aku gila. Tapi mereka tidak tahu. Hal yang kulakukan ini merupakan tujuan utamaku untuk mendapatkan cewek yang sudah aku alami sejak lama.

3. Usahakan untuk Tidak Membuat Pembuka yang Klise

Opening klise itu seperti apa? Contoh yang paling sederhana dan sering banget kita lihat di opening adalah bunyi alarm, bangun dari mimpi, atau memulai dengan menjelaskan keadaan alam. Sebenarnya ini bukan larangan sih. Tiap orang bebas membuat opening sedemikian rupa. Namun, apa salahnya jika kita mencoba opening baru? Tujuannya kan buat menarik pembaca. Semakin fresh, maka akan semakin besar kemungkinan mereka untuk membaca novel kita.

Contoh opening yang sudah biasa dipakai:

Kring, kring, kring!

Aku terbangun dari tidurku. Ah, sepertinya aku kesiangan. Aku baru ingat kalau ini hari Senin. Hari upacara yang tentu aku benci. Aku menarik jam weker di meja. Dan kamu tahu, ternyata ini sudah jam delapan ....

Opening bentuk alarm sudah banyak sekali digunakan. So, cobalah mencari opening yang lainnya.

4. Jangan Memasukan Dialog yang Datar

Sebenarnya bukan hanya di bab satu sih. Di keseluruhan novelmu, pastikan tidak ada dialog yang datar, yang nggak penting, atau dialog tiktokan yang kelihatannya receh dan nggak ada kaitannya sama sekali dengan cerita. Ada banyak pembaca yang kabur dari sebuah cerita gara-gara di bab satu sudah disodori percakapan antar tokoh yang nggak bermakna. 

Contoh dialog yang datar dan nggak bermakna.

“Hai.”

“Hai.”

“Langi ngapain.”

“Langi duduk aja. Kamu?”

“Sama. Lagi duduk.”

Mmm, kalau seandainya ditambah narasi di sela-sela dialog, mungkin akan lebih menarik. Dari segi obrolan pun hanya basa-basi. Kenapa tidak mencoba langsung ke dialog inti saja? Untuk dialog intinya, silahkan variasikan sendiri. Yang terpenting tidak menuliskan dialog  yang saya tuliskan barusan.

Nah, itulah cara Membuat Bab Pertama Novel supaya menarik perhatian. Tidak ada aturan baku sebenarnya, tetapi poin di atas setidaknya bisa menjadi gambaran untuk membuat opening yang waw dan bikin penasaran orang lain untuk terus membaca. 


Posting Komentar untuk "Cara Membuat Bab Pertama Novel Supaya Menarik Perhatian"