Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Manfaat Membuat Outline Novel

 5 Manfaat Membuat Outline Novel 

5 Manfaat Membuat Outline Novel
Pixabay.com


Menjadipenulis.com – Outline adalah kerangka karangan dalam penulisan novel atau karya fiksi lainnya. Menulis outline menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Sebab, ada di antara mereka yang lebih senang menulis tanpa dipusingkan oleh kerangka yang dianggap menyempitkan ruang kreativitas.

Saya sendiri bukan tipe orang yang selalu pakai outline dalam menulis. Beberapa naskah yang lebih dari 40 ribu kata selalu diusahakan membuat outline. Sementara jumlah kata di bawah 40 ribu biasanya ditulis tanpa outline. Kenapa ini dilakukan? Karena semakin panjang naskah, semakin banyak yang harus diingat. Dengan outline, kita memiliki pegangan.

Supaya lebih jelasnya, berikut ini adalah 5 manfaat Membuat Outline novel:

1. Outline Adalah Rambu-rambu

Bagi saya, outline adalah rambu-rambu. Kenapa bisa begitu? Karena dengan outline, saya bisa menahan diri ketika dalam proses penulisan naskah. Berarti kreativitasnya nggak keluar dong kalau ada rambu-rambu seperti itu? Bukan begitu kawan-kawan. Justru kalau nggak pakai outline, biasanya saya terlalu kreatif, sampai-sampai menabrak segala hal, termasuk alur dan plot. Cerita jadi ngalor ngidul. Hal itu jelas kurang baik untuk kelancaran penulisan novel. Bahkan banyak yang stuck ketika proses penulisan.

Maka, outline dijadikan sebagai suatu pembatas. Dengan adanya outline, saya bisa menulis sesuai dengan apa yang telah direncankan. Tapi Kak, bagaimana jika kita ingin menambahkan hal-hal baru? Kalau sudah ada outline, apakah bisa diubah? 

Teman-teman, keberadaan outline itu tujuannya untuk membantu kita. Jadi jika seandainya ada hal baru yang dirasa bakal bagus di novel, kita tetap bisa menyelipkannya. Asal kita tahu tujuan hal tersebut untuk naskah, bukan semata-mata karena ego sendiri sebagai penulisnya. Jadi meski menggunakan outline, kita tetap punya otoritas atau kewenangan dalam membongkar pasang seluruh aspek di dalam novel.

2. Outline Sebagai Pengingat

Jujur, saya orang yang termasuk lupaan. Mungkin kamu juga? Dengan menuliskan ide pokok di outline, kita bisa membukanya kapan saja. Misal, saya lupa tentang scene di bab 5. Maka kita bisa membuka hal pokok apa yang akan terjadi di bab 5 itu. Sehingga nanti kita bisa melanjutkan menulis. Gara-gara lupa, biasanya jadi stuck. 

3. Outline Mempermudah Pengerjaan

Dengan outline, kita bisa mulai menentukan jadwal menulis karena secara garis besar sudah memiliki ide untuk dituliskan. Kita bisa menyusun jadwal yang pas dengan waktu senggang. Kita juga bisa mulai menentukan seberapa banyak yang akan ditulis. Dengan outline, pengerjaan novel jadi lebih tersusun dan terencana. Jika biasanya menulis karena mood, maka dengan adanya outline, kita dipaksa untuk bisa menuliskan sesuai jadwal.

4. Outline Mempercepat Pengerjaan Novel

Jujur, saya bisa menuliskan satu novel dalam waktu 2 sampai 3 bulan jika ditulis tanpa outline. Sebaliknya, saya bisa menuliskan novel dalam waktu satu bulan saja, paling lama satu bulan setengah. Apa yang menjadi alasan? Tentu saja karena outline. Di point nomor tiga, saya sudah menuliskan tentang penjadwalan menulis. Maka secara otomatis, hal ini berpengaruh juga terhadap lama tidaknya pengerjaan. Bayangkan saja jika naskah kita ada 60 bab. Dengan menulis dua bab sehari, kita bisa menulis selama sebulan. Apalagi jika naskahnya 30 bab, kita hanya perlu menuliskan sehari satu bab.

5. Kita Bisa memperjelas Plot dan Alur

Outline itu kerangka. Namanya kerangka, kita bisa menuliskan banyak hal untuk menunjang penulisan novel. Begitupun dengan plot dan alur. Kita bisa dengan mudah memetakan hal-hal yang berhubungan dengan  itu semua. Dari mulai waktu munculnya konflik, rahasia-rahasia yang ditebar sepanjang naskah, hingga ke penyelesaian.  

So, itulah 5 manfaat membuat outline novel. Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu ya. Salam literasi.


Posting Komentar untuk "5 Manfaat Membuat Outline Novel "