Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Cara Membuat Karakter Tokoh Novel Supaya Lebih Hidup

4 Cara Membuat Karakter Tokoh Novel Supaya Lebih Hidup

4 Cara Membuat Karakter Tokoh Novel Supaya Lebih Hidup
pixabay.com


Menjadipenulis.com – Setelah menentukan nama tokoh, hal lain yang perlu kita pikirkan adalah membuat karakter tokoh saat menulis novel. Kita tidak hanya menentukan karakter si ini yang misalkan harus pendiam atau harus pintar. Namun, ada berbagai pertimbangan, kenapa dia seperti itu. Hal ini tentu saja akan mendukung plot novel yang kita tulis. Yang akan membawa si tokoh untuk terus melaju sehingga tujuannya bisa tercapai.

Kenapa menentukan karakter tokoh sangat penting? Menurut Dee Lestari, bagus atau tidaknya sebuah novel relatif. Setiap orang bisa memiliki pandangan berbeda terhadap sebuah novel. Namun, yang membedakan antara bagus atau tidak sebuah karya yaitu mengenai ikatan dan pikatan. Menurut beliau, syarat sebuah novel bisa disukai adalah dengan menciptakan novel yang mengingat dan memikat. Jika saya pahami secara saksama, salah satu hal yang bisa mengingat dan memikat pembaca adalah karakter. Jadi, jangan anggap sepele pemilihan karakter si tokoh. 

Berikut ini cara membuat karakter tokoh novel:

1. Pastikan Karakter Berhubungan dengan Latar Belakang Tokoh

Ketika kita menciptakan seorang karakter cewek kejam dan pembunuh, pembaca pengin tahu juga, kenapa bisa seperti itu? Nah, kita harus mampu menjelaskan kenapa si tokoh bisa menjadi seperti itu. Tentu saja, biasanya ini berhubungan dengan masa lalu. Entah pola asuh, traumatik, pelecehan, atau karena kekerasan. Kita sendiri yang punya novel tersebut. Maka kita memiliki tugas untuk membuat latar belakang yang masuk akal dan sesuai dengan novel yang akan dibuat. 

Saya punya salah satu karakter di novel remaja Dear Nathan. Menurut kacamata saya, sosok Nathan ini nakal di sekolah, tetapi kalau ditilik lebih dalam, sebenarnya dia adalah sosok yang baik. Lembut. Jadi idaman juga. Secara latar belakang. Nathan ini seorang anak broken home. Dia selalu membuat onar karena merasa tidak diperhatikan oleh orangtuanya. Mengenai kebaikkannya kepada cewek, dia memang sangat menyayangi mamanya. Merasa bahwa dia tidak menjadi anak yang berguna karena telah melakukan suatu kesalahan. Jadi, dia baik sama cewek yang ditemui. Dalam hal ini adalah Salma.

So, sampai sini sudah bisa ditangkap ya, maksud saya? Pembuatan karakter ini berhubungan langsung dengan latar belakang yang terjadi. Dan ketika relateble dengan pembaca, dijamin, karakter yang dibuat pun akan bisa memikat hati mereka.

2. Pastikan Karakter Dibuat untuk Kebutuhan Cerita

Banyak yang bisa menulis novel, tetapi tidak banyak orang yang bisa menyaring sesuatu berdasarkan porsinya. Ketika karakter dibuat, pastikan karakter tersebut akan membantu plot berjalan dengan baik. Misal nih, ada seorang cewek yang memiliki karakter tegas, punya prinsip, dan pemberani. Bisa jadi, karakter ini disiapkan untuk konflik yang akan terjadi kedepannya. Misal si cewek ini akan jadi penyelamat seseorang. Begitupun sebaliknya, kita menciptakan karakter cewek pendiam, lembut, tidak terbuka. Bisa jadi, karakter tersbeut nanti akan membantu plot supaya cerita semakin emosional. Biasanya karakter semacam ini sering terjadi dalam cerita-cerita cinta segitiga dan friendzone. 

Kita harus sudah mengetahui pola-pola semacam itu. Jika seandainya ada ketidaksesuaian, jatuhnya malah inkonsistensi karakter. Misal, di awal-awal si karakter ini terkenal pendiam, penakut, eh, tiba-tiba jadi superpower dan pemberani. Ini akan menjadi keanehan. Setidaknya, karakter-karakter itu (kalau pun memang mau dibuat seperti ini), harus ada lanjaran dari awal. Harus ada detail yang menunjukkan itu semua. Jangan ujug-ujug dibuat seperti itu tanpa ada petunjuk yang dimasukkan di setiap bab novel yang dibuat.

3. Ciptakan Visual yang Jelas Terhadap Karakter Kita

Menurutku, menyiapkan visual tokoh ini sangat membantu. Dengan sosok itu, kita bisa mengingat sifatnya, karakternya, kebiasannya, bahkan ciri fisiknya. Kita bisa menyiapkan visual di dalam otak kita. Visual yang paling mudah ditemukan adalah public figure. Misal aktor favorit, aktris favorit, penyanyi, dan lain-lain. Hal ini bisa menjadi salah satu pembantu supaya karakter tokoh bisa terpetakan dengan baik dan terbayang. juga semua hal yang berhubungan dengan tokoh di buku kita. Seperti sifatnya, kebiasannya, kesukaannya, kelemahannya, kelebihannya, ciri fisik, hal yang dia takutkan, dan lain-lain.

4. Kenali Tokoh Sebaik Kita Mengenali Diri Sendiri

Ketika kita sudah punya visual tokoh, sudah memetakan karakter selengkap mungkin, belum tentu kita mengenal tokoh kita ini. Apa sih, tanda-tanda kita mengenal tokoh? Salah satunya, kita faham betul tujuan si tokoh ini mau apa. Jika kita sudah tahu mengenai tujuan utama si tokoh, kita akan lebih bisa melakukan apa pun untuk novel yang dibuat. Kita bakal kehilangan alasan-alasan yang berhubungan dengan buntu, stuck, atau writer’s block, karena kita tahu tujuan tokoh.

Selain tujuan, kita juga harus tahu rintangan yang ada.  Jangan sampai, kita membiarkan tokoh novel berjalan dengan datar tanpa ada rintangan yang berarti. Itu sebabnya, kita juga menciptakan karakter tokoh antagonis untuk menghalangi tujuan si tokoh utama. Ingat, kita tidak boleh membedak-bedakan tokoh novel. Mau itu tokoh utama atau tokoh figuran, kita harus tahu mereka satu-satu. Kita harus tahu pembeda antara satu dan lain. Ini akan membuat karakter novel lebih hidup.

Nah, itulah 4 Cara membuat Karakter Tokoh Novel Supaya Lebih Hidup. Bagaimana, sudah ada gambaran? Mari mulai eksekusi.

Posting Komentar untuk "4 Cara Membuat Karakter Tokoh Novel Supaya Lebih Hidup"