Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Cara Menentukan Nama Tokoh Novel yang Kita Buat

3 Cara Menentukan Nama Tokoh Novel yang Kita Buat

3 Cara Menentukan Nama Tokoh Novel yang Kita Buat
pixabay.com


Menjadipenulis.com – Menentukan nama tokoh nyaris sering diabaikan. Elah, cuman nama kok. Yang penting ceritanya bagus; atau: Aku milih nama ini karena suka aja. Nggak ada alasan lain. Ya, ya, ya, mungkin bagi sebagian orang, pemilihan nama tidak begitu penting dan bisa dibuat sesuai kesukaan. Tapi sebenarnya, nama itu ngaruh banget lho untuk novel kita. Kenapa ngaruh? Ya, karena menulis novel bukan hanya mengarang bebas. Harus ada kesesuaian dengan dunia nyata. Supaya lebih jelas, perhatikan cara menentukan nama tokoh novel di bawah ini:

1. Sesuaikan Nama Tokoh Dengan Setting Tempat yang Diambil

Banyak sekali hal random yang terjadi di dunia nyata. Misal, seseorang tau-tau namanya bisa jadi Juned. Ketika orangtuanya ditanya, mereka jawab: Suka aja dengan nama itu. Jadi saya kasih nama dia Juned. Terdengar nggak masuk akal ya? Masa pembuatan nama nggak ada alasannya sih? Tapi faktanya, hal semacam itu banyak terjadi. Bagaimana dengan di novel, apakah bisa seperti itu? Bisa saja. Namun, karena novel dibuat dan dipersiapkan oleh manusia dengan segala pemikiran, pertimbangan, dan tujuan, tentu saja, pembuatan nama pun harus dipikirkan secara matang.

Salah satu hal yang sering terlewatkan adalah kesesuaian nama tokoh dengan setting tempat yang diangkat. Misal settingnnya di Makassar. Tokoh-tokohnya orang Makassar asli. Kalau bisa, bikin juga nama sesuai dengan daerah tersebut. Bisa ketangkap nggak maksud saya? Jadi ada kesesuaian antara nama dengan daerahnya. Kalau pun nama si tokoh nggak sesuai dengan daerahnya, harus ada latarbelakang kenapa nama itu bisa begitu. Setidaknya tidak membuat pembaca bertanya-tanya.

2. Apakah Perlu Menyambungkan Nama Dengan Karakter Atau Ciri Fisik?

Stereotipe di kita, cewek cantik dengan wajah putih, rambut panjang dan badan langsing sering dinamai Angel, Putri, Cindy, Intan, Tiara, dan lain-lain. Maka, sebenarnya tidak masalah jika kita ingin membuat nama sesuai karakter atau ciri fisiknya. Seperti halnya nama tokoh utama di novel Bunda Asma Nadia yang bernama Rania Timur Samudera. Si tokoh utamanya ini suka traveling dan menikmati alam. Nama Timur Samudera seperti memiliki keterkaitan dengan si tokoh utama ini. 

Bagaimana jika kita justru membuat nama yang terkesan ‘keren’, tetapi ternyata berbanding terbalik dengan fisik atau karakter? Bisa banget. Hal semacam ini bisa membangun konflik dalam cerita. Misal: namanya Putri Cinderella, tapi kok secara fisik (maaf) cewek ini berbadan besar dan berkulit gelap. Tentu, hal ini akan menjadi masalah bagi si tokoh. Muncul-lah insecure. Muncullah Bullying. Hal semacam ini justru akan menjadi pendukung cerita. Konflik bisa tercipta dari sebatas nama dan ciri fisik.  Tentu saja, cerita semacam ini akan membangun empati pembaca terhadap si tokoh. Di dunia nyata aja banyak bullying karena fisik. Maka, ini akan sangat membantu mengaitkan emosional pembaca dan tokoh novel.

3. Membuat Nama Tokoh yang Berhubungan Dengan Masa Lalu

Membuat nama juga bisa berhubungan dengan masa lalu. Bisa jadi, kita membuat nama tokoh yang nantinya akan membuka misteri besar dalam novel yang kita buat. Entah berhubungan dengan keturunan si tokoh, berhubungan dengan latar belakang si tokoh, berhubungan pula dengan masa lalu yang sebenarnya menjadi masalah utama dalam novel. Hal-hal semacam ini bisa saja terjadi dalam proses kreatif penulisan novel. Ketika menulis novel, kita juga dituntut untuk bisa realistis dan masuk akal. Bahkan pembuatan nama sekali pun. 

Bagaimana jika pembuatan nama didasari sebatas suka? Sebenarnya tidak masalah. Cuma sayang saja. Pembuatan nama bisa membangun konflik yang kelak akan membuat novel kita jadi menarik. Pembuatan nama akan membuat orang mencintai si tokoh. Terkesan sepele, tetapi memang penting untuk dijadikan pertimbangan dalam menulis novel. 

Di Mana Nama Bisa Ditemukan?

Hal termudah yang bisa kita lakukan dalam mencari tahu soal nama adalah google. Kita bisa mencari nama-nama khas daerah tertentu, atau khas negara tertentu. Hal ini akan membantu kita dalam proses penemuan nama. Kalau memungkinkan, kita juga bisa menemukan nama berdasarkan orang-orang di sekitar kita. Kita bisa riset langsung ke orang yang bersangkutan. Contoh, saya misal pengin menamai tokoh saya dengan nama Batak. Ya sudah, temui orang yang lebih tahu. Minimal, orang tersebut asli Batak. Kemudian, tanyakan nama-nama yang biasa dipakai. 

Nah, itu saja 3 cara menentukan nama tokoh novel yang akan dibuat. Bagaimana, sudah semakin semangatkah dalam menulis novel? Yuk terus berkarya.

Posting Komentar untuk "3 Cara Menentukan Nama Tokoh Novel yang Kita Buat"